Sabtu, 28 Maret 2015

ARTIKEL PENDIDIKAN



PENGARUH METODE CATATAN HARIAN/JURNAL TERHADAP PENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS DAN PERBAIKAN SIKAP/MORAL PADA SISWA KELAS V SDN 101807 CANDI REJO 2014/2015
A.LATAR BELAKANG
Pembelajaran menulis adalah salah satu keterampilan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Menulis merupakan ide, gagasan, khayalan maupu ekspresi  mengenai suatu hal yang dituangkan secara tertulis. Siswa kelas V SD cenderung mengalami kesulitan jika diminta menulis sebuah karangan. Sering kita temukan hasil tulisan karangan  yang kata-kata kurang tersusun rapi,  amburadur, dan penempatan tanda baca yang tidak sesuai, sehingga memunculkan makna ambiguitas.
Sikap atau prilaku pada anak usia antara 9-10 tahun ini cenderung mempunyai perilaku ingin lebih  dipuji, deperhatikan, dan disayang daripada teman lainya. Hal inilah terkadang yang dapat membuat siswa sering mencari perhatian dengan mengadukan kejelekan temannya kepada guru. Sikap buruk demikianlah yang melandasi saya sebagai guru untuk menjadikan catatn Khusus yang nantinya dapat merubah sikap anak menjadi lebih baik. Selain dari itu siswa juga bisa belajar meningkatkan keterampilan menulisnya melalui catata khusus ini.
B. PEMBAHASAN
1. Pengertian Metode Catatan Harian/ Jurnal
Menulis buku harian atau jurnal bisa menjadi aktivitas menulis yang baik dan bermanfaat  bagi anak. Kegiatan ini bisa menciptakan hubungan intim antara anak dan kegiatan tulis-menulis. Hal ini juga bisa membuat anak melihat betapa kuatnya tulisan dan banyaknya wawasan tentang pengalaman sehari-hari yang diperoleh anak dari tulisan. Catatan harian atau jurnal adalah kumpulan catatan sikap baik dan sikap kurang baik yang dilakukan oleh siswa setiap waktu baik di luar sekolah maupun di luar sekolah.
Kurikulum 2013 telah menginsfirasi saya sebagai guru untuk menjalankan metode ini dengan niat untuk perubahan moral/sikap siswa menjadi lebih baik. Penilaian K-13 merupakan penilaian yang mengutamakan pada penilaian sikap dilaksanakan secara autentik dan berkesinambungan. Dengan adanya penilaian diri pada sikap siswa dalam kehidupan sehari-hari yang dilakukan secara terus-menerus, diharapkan dapat merubah moral/sikap siswa menjadi lebih baik paling tidak takut untuk berbuat salah.
2. Pengertian Keterampilan Menulis
Menurut Djago Tarigan dalam Elina Syarif, Zulkarnaini, Sumarno (2009: 5) menulis berarti mengekpresikan secara tertulis gagasan, ide, pendapat, atau pikiran dan perasaan. Sementara menurut Burhan Nurgiantoro (1988: 273) menyatakan bahwa menulis adalah aktivitas aktif produktif, yaitu aktivitas menghasilkan bahasa.
Jadi, berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa menulis adalah suatu kegiatan mengekspresikan/ menuangkan secara tertulis segala ide, pikiran pokok maupun khayalan, pikiran maupun perasaan seseorang.
  Menurut pendapat Saleh Abbas (2006:125), keterampilan menulis adalah kemampuan mengungkapkan gagasan, pendapat, dan perasaan kepada pihak lain dengan melalui bahasa tulis. Ketepatan pengungkapan gagasan harus didukung dengan ketepatan bahasa yang digunakan, kosakata dan gramatikal dan penggunaan ejaan. Sedangkan  Menurut Ahmad Rofi’uddin dan Darmiyati Zuhdi (1999: 159) keterampilan menulis merupakan suatu keterampilan menuangkan pikiran, gagasan, pendapat tentang sesuatu, tanggapan terhadap suatu pernyataan keinginan, atau pengungkapan perasaan dengan menggunakan bahas tulis.
Dapat disimpulkan bahwa keterampilan menulis adalah keterampilan berbahasa produktif yang bermanfaat untuk alat penyampaian informasi secara tidak langsung/ tertulis berupa ide, gagasan, pemikiran, maupun khayalan seseorang. 
Menurut pengamatan saya sebagai guru, belum melihat keterampilan menulis yang baik di kelas. Hal ini dapat dibuktikan, ketika siswa mengumpulkan hasil karyanya berupa karangan pribadi tentang pengalaman yang mengesankan.
Keterampilan menulis tidak bisa diperoleh secara alamiah, melainkan perlu  proses pembelajaran. Hal ini karena masih banyak ditemukan  kesalahan dalam ejaan, tanda baca, dan pemakaian huruf kapital, lalu bentuk huruf yang ditulis sangat buruk. Keterampilan menulis bisa diperoleh melalui pembelajaran yang berkesinambungan dan memerlukan latihan yang banyak.  Selain dari itu, keterampilan menulis dapat ditingkatkan melalui  banyak membaca. Akan tetapi, Zaman sekarang siswa-siswa cenderung lebih rendah minat bacanya dibanding anak zaman dahulu. Hal ini dikarenakan banyak faktor yang mempengaruhi siswa malas membaca. Misalnya banyaknya tontonan yang kurang mendidik, orang tua yang lebih mementingkan pekerjaan, Kurangnya ketersediaan bacaan di sekolah dan mungkin masih banyak faktor yang mempengaruhinya.
3. Tujuan dan Manfaat Menulis catatan harian/jurnal bagi anak
Bagi siswa kelas V menulis merupakan keterampilan berbahasa yang penting untuk dilatih. Dibawah ini merupakan tujuan dan manfaat menulis bagi siswa :
a.Meningkatkan keterampilan berbahasa dalam menyampaikan gagasan / ide maupun informasi
b. Mampu meningkatkan kreatifitas siswa
c. Menambah perbendaharaan kata
d. Sebagai alat untuk mencurahakan isi hati anak-anak khususnya bagi anak yang sulit mengungkapkan perasaan secara lisan
e. Mampu mengukur naik turunnya sikap baik dan sikap kurang baik siswa melalui catatan harian.
f. Mampu memotivasi siswa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan senantiasa takut untuk melakukan sikap yang tidak baik.
Inilah  beberapa manfaat menulis catatan harian/jurnal bagi anak berdasarkan  pengamatan dan pengalaman saya sendiri sebagai guru selama menerapkan metode catatan harian/jurnal bagi anak siswa kelas V SDN 101807 Candi Rejo.
4. Perbaikan Moral
Maraknya kasus begal, tawuran yang kebanyakan pelakunya adalah pelajar, menggambarkan penurunan kualitas moral dari generasi bangsa ini. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menanggulangi masalah tersebut. Pendidikan Nasional yang bertujuan untuk mengembangkan potensi para pelajar agar menjadi manusia yang cerdas,creative, ceriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, seharusnya mampu mengatasi masalah penurunan kualitas moral bangsa ini. Namun kenyataannya, pendidikan di negeri ini belum sepenuhnya mampu mencetak generasi bangsa yang cerdas, klreatif, bermoral dan bermartabat.  Dengan demikian saat ini sangat diperlukan sebuah inovasi dalam proses pembelajaran yang berupaya pembentukan karakter budaya local bukan karakkter budaya barat. Pembelajaran di SD merupakaan awal pendidikan yang bertugas membentuk moral anak menjadi lebih baik, tanpa terpengaruh budaya luar.
     5. Pengaruh Metode catatan harian / jurnal terhadap keterampilan Menulis dan perbaikan Moral.
Metode catatan harian / jurnalsangat jelas mempunyai pengaruh besar terhadap keterampilan menulis dan perbaikan moral. Hal ini dikarenakan penugasan catatan harian terbukti mampu meningkatkan keterampilan menulis yang terlihat dari peningkatan siswa dalam menulis karangan pribadi. Perbandingan  nilai sebelum dan sesudah melakukan penugasan catatan harian di kelas V pada keterampilan menulis Tahun Pelajaran 2014/2015 yaitu rata-rata kelas 65 sementara nilai sesudah memperoleh nilai rata-rata 80.
Ibarat pepatah mengatakan, sekali mendayung dua pulau terlampaui, begitu pula penggunaan metode catatan harian / jurnal pada siswa ternyata mampu memberi perubahan yang lebih positif terhadap moral anak. Sebelum adanya tindakan terlihat jelas bahwa sebahagian anak memiliki moral yang buruk seperti seringnya mengejek teman, mengeluarkan kata-kata kasar, mengadukan hal-hal yang buruk temannya pada guru yang bertujuan agar dirinya dianggap benar dan baik. Padahal itu semua adalah moral yang akan mengahancurkan masa depan bangsa.
Adapun cara saya sebagai guru melakukan tindakan ini adalah pertama saya melakukan pendekatan dengan siswa dengan memberi gambaran kalau anak dulu dengan anak sekarang memiliki moral yang jauh berbeda. Misalnya, jika siswa dulu melihat gurunya dari kejauhan akan langsung buru-buru menyelip jalan kalau perlu cari jalan potong agar jangan sampai dilihat guru, karena sangking segannya bertemu dengan guru di luar sekolah. Sementara zaman sekarang  moral anak sudah jauh berbalik arah hal ini sesuai dengan pengalaman yang saya alami sebagai guru yaitu anak sekarang jika melihat gurunya jika ia naik kereta maka ia sengaja menggas sekencang-kencangnya sepeda motor itu sambil melewati guru tanpa dilihat apalagi disapa.
Langkah kedua saya selalu berusaha untuk menasihati anak yang mempunyai sikap kurang baik, baik dari laporan ketua kelas, maupun ketua kelompok (penilaian antar teman).Langkah ketiga memeriksa catatan harian setiap hari, agar siswa senantiasa mengingat untuk lebih memperbaiki moral yang kurang baik. Langkah terakhir sangat perlu membacakan sikap/moral baik dan sikap tidak baik setiap siswa di hadapan semua siswa sebagai bahan perbandingan dengan sikapnya, (sikap yang baik bisa dijadikan contoh sedangkan sikap kurang baik akan menjadikan pelajaran yang berharga bagi siswa). Siswa yang cederung memiliki sikap baik akan diperlukan pujian, sedangkan siswa yang memiliki sikap kurang baik akan dinasihati tanpa menyudutkannya. 
C. Kesimpulan
Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pemberian metode catatan  catatn khusus dapat :
1. Meningkatkan keterampilan menulis sehingga memperbanyak perbendaharaan kata sehingga mampu meningkatkan ketrampilan berbahasa khususnya berbicara.
2. Meningkatkan moral siswa menjadi lebih baik dengan panduan guru secara berkesinambungan.

Ditulis oleh
HOTMARIA SURIANI, M.Pd
Guru SDN 101807 Candi Rejo Kecamatan Biru-Biru
Kabupaten Deli Serdang SUMUT
20, Maret 2015



Motto : "Jadilah pendidik seperti  Matahari yang begitu besar manfaatnya bagi makhluk hidup terutama bagi kehidupan manusia"


Keterampilan menulis yang baik, tidak akan bisa diperoleh tanpa belajar dan latihan yang sungguh-sungguh. Mohon kritik dan sarannya dalam perbaikan penulisan artikel ini.
Sekian, semoga artikel ini bermanfaat bagi kita sebagai tenaga pendidik di sekolah.. Aminnn...