PENGARUH METODE CATATAN HARIAN/JURNAL TERHADAP PENINGKATKAN
KETERAMPILAN MENULIS DAN PERBAIKAN SIKAP/MORAL PADA SISWA KELAS V SDN 101807
CANDI REJO 2014/2015
A.LATAR BELAKANG
Pembelajaran menulis adalah salah satu keterampilan dalam
pembelajaran Bahasa Indonesia. Menulis merupakan ide, gagasan, khayalan maupu
ekspresi mengenai suatu hal yang
dituangkan secara tertulis. Siswa kelas V SD cenderung mengalami kesulitan jika
diminta menulis sebuah karangan. Sering kita temukan hasil tulisan karangan yang kata-kata kurang tersusun rapi, amburadur, dan penempatan tanda baca yang
tidak sesuai, sehingga memunculkan makna ambiguitas.
Sikap atau prilaku pada anak usia antara 9-10 tahun ini
cenderung mempunyai perilaku ingin lebih
dipuji, deperhatikan, dan disayang daripada teman lainya. Hal inilah
terkadang yang dapat membuat siswa sering mencari perhatian dengan mengadukan
kejelekan temannya kepada guru. Sikap buruk demikianlah yang melandasi saya
sebagai guru untuk menjadikan catatn Khusus yang nantinya dapat merubah sikap
anak menjadi lebih baik. Selain dari itu siswa juga bisa belajar meningkatkan
keterampilan menulisnya melalui catata khusus ini.
B. PEMBAHASAN
1. Pengertian Metode Catatan Harian/
Jurnal
Menulis buku harian atau jurnal bisa menjadi aktivitas
menulis yang baik dan bermanfaat bagi
anak. Kegiatan ini bisa menciptakan hubungan intim antara anak dan kegiatan
tulis-menulis. Hal ini juga bisa membuat anak melihat betapa kuatnya tulisan
dan banyaknya wawasan tentang pengalaman sehari-hari yang diperoleh anak dari
tulisan. Catatan harian atau jurnal adalah kumpulan catatan sikap baik dan
sikap kurang baik yang dilakukan oleh siswa setiap waktu baik di luar sekolah
maupun di luar sekolah.
Kurikulum 2013 telah menginsfirasi
saya sebagai guru untuk menjalankan metode ini dengan niat untuk perubahan
moral/sikap siswa menjadi lebih baik. Penilaian K-13 merupakan penilaian yang
mengutamakan pada penilaian sikap dilaksanakan secara autentik dan
berkesinambungan. Dengan adanya penilaian diri pada sikap siswa dalam kehidupan
sehari-hari yang dilakukan secara terus-menerus, diharapkan dapat merubah
moral/sikap siswa menjadi lebih baik paling tidak takut untuk berbuat salah.
2. Pengertian Keterampilan Menulis
Menurut Djago Tarigan dalam Elina
Syarif, Zulkarnaini, Sumarno (2009: 5) menulis berarti mengekpresikan secara
tertulis gagasan, ide, pendapat, atau pikiran dan perasaan. Sementara menurut
Burhan Nurgiantoro (1988: 273) menyatakan bahwa menulis adalah aktivitas aktif
produktif, yaitu aktivitas menghasilkan bahasa.
Jadi, berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa menulis adalah
suatu kegiatan mengekspresikan/ menuangkan secara tertulis segala ide, pikiran
pokok maupun khayalan, pikiran maupun perasaan seseorang.
Menurut pendapat Saleh Abbas (2006:125),
keterampilan menulis adalah kemampuan mengungkapkan gagasan, pendapat, dan
perasaan kepada pihak lain dengan melalui bahasa tulis. Ketepatan pengungkapan
gagasan harus didukung dengan ketepatan bahasa yang digunakan, kosakata dan
gramatikal dan penggunaan ejaan. Sedangkan Menurut Ahmad Rofi’uddin dan Darmiyati Zuhdi
(1999: 159) keterampilan menulis merupakan suatu keterampilan menuangkan
pikiran, gagasan, pendapat tentang sesuatu, tanggapan terhadap suatu pernyataan
keinginan, atau pengungkapan perasaan dengan menggunakan bahas tulis.
Dapat disimpulkan bahwa keterampilan menulis adalah keterampilan berbahasa
produktif yang bermanfaat untuk alat penyampaian informasi secara tidak
langsung/ tertulis berupa ide, gagasan, pemikiran, maupun khayalan seseorang.
Menurut pengamatan saya sebagai guru, belum melihat keterampilan menulis
yang baik di kelas. Hal ini dapat dibuktikan, ketika siswa mengumpulkan hasil karyanya
berupa karangan pribadi tentang pengalaman yang mengesankan.
Keterampilan menulis tidak bisa diperoleh secara alamiah, melainkan
perlu proses pembelajaran. Hal ini
karena masih banyak ditemukan kesalahan dalam ejaan, tanda baca,
dan pemakaian huruf kapital, lalu bentuk huruf yang ditulis sangat buruk. Keterampilan menulis bisa diperoleh melalui
pembelajaran yang berkesinambungan dan memerlukan latihan yang banyak. Selain
dari itu, keterampilan menulis dapat ditingkatkan melalui banyak membaca. Akan tetapi, Zaman sekarang
siswa-siswa cenderung lebih rendah minat bacanya dibanding anak zaman dahulu.
Hal ini dikarenakan banyak faktor yang mempengaruhi siswa malas membaca.
Misalnya banyaknya tontonan yang kurang mendidik, orang tua yang lebih
mementingkan pekerjaan, Kurangnya ketersediaan bacaan di sekolah dan mungkin
masih banyak faktor yang mempengaruhinya.
3.
Tujuan dan Manfaat Menulis catatan harian/jurnal bagi anak
Bagi siswa kelas V menulis merupakan keterampilan berbahasa
yang penting untuk dilatih. Dibawah ini merupakan tujuan dan manfaat menulis
bagi siswa :
a.Meningkatkan
keterampilan berbahasa dalam menyampaikan gagasan / ide maupun informasi
b.
Mampu meningkatkan kreatifitas siswa
c. Menambah perbendaharaan kata
d. Sebagai alat untuk mencurahakan isi hati anak-anak khususnya bagi anak yang sulit mengungkapkan
perasaan secara lisan
e.
Mampu mengukur naik turunnya sikap baik dan sikap kurang baik siswa melalui catatan harian.
f.
Mampu memotivasi siswa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan senantiasa
takut untuk melakukan sikap yang tidak baik.
Inilah beberapa
manfaat menulis catatan harian/jurnal bagi anak berdasarkan pengamatan dan pengalaman saya sendiri sebagai
guru selama menerapkan metode catatan harian/jurnal bagi anak siswa kelas V SDN
101807 Candi Rejo.
4. Perbaikan Moral
Maraknya kasus begal, tawuran
yang kebanyakan pelakunya adalah pelajar, menggambarkan penurunan kualitas
moral dari generasi
bangsa ini. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menanggulangi masalah
tersebut. Pendidikan Nasional yang
bertujuan untuk mengembangkan potensi para
pelajar agar menjadi manusia yang cerdas,creative, ceriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
seharusnya mampu mengatasi masalah penurunan kualitas moral bangsa ini. Namun
kenyataannya, pendidikan di negeri ini belum sepenuhnya mampu mencetak generasi
bangsa yang cerdas, klreatif, bermoral dan bermartabat. Dengan demikian saat ini sangat diperlukan
sebuah inovasi dalam proses pembelajaran yang berupaya pembentukan karakter budaya
local bukan karakkter budaya barat. Pembelajaran di SD merupakaan awal pendidikan
yang bertugas membentuk moral anak menjadi lebih baik, tanpa terpengaruh budaya
luar.
5.
Pengaruh Metode catatan harian / jurnal terhadap keterampilan Menulis dan
perbaikan Moral.
Metode catatan harian / jurnalsangat jelas mempunyai
pengaruh besar terhadap keterampilan menulis dan perbaikan moral. Hal ini
dikarenakan penugasan catatan harian terbukti mampu meningkatkan keterampilan
menulis yang terlihat dari peningkatan siswa dalam menulis karangan pribadi.
Perbandingan nilai sebelum dan sesudah
melakukan penugasan catatan harian di kelas V pada keterampilan menulis Tahun
Pelajaran 2014/2015 yaitu rata-rata kelas 65 sementara nilai sesudah memperoleh
nilai rata-rata 80.
Ibarat pepatah mengatakan, sekali mendayung dua pulau
terlampaui, begitu pula penggunaan metode catatan harian / jurnal pada siswa
ternyata mampu memberi perubahan yang lebih positif terhadap moral anak.
Sebelum adanya tindakan terlihat jelas bahwa sebahagian anak memiliki moral
yang buruk seperti seringnya mengejek teman, mengeluarkan kata-kata kasar,
mengadukan hal-hal yang buruk temannya pada guru yang bertujuan agar dirinya
dianggap benar dan baik. Padahal itu semua adalah moral yang akan
mengahancurkan masa depan bangsa.
Adapun cara saya sebagai guru melakukan tindakan ini adalah
pertama saya melakukan pendekatan dengan siswa dengan memberi gambaran kalau
anak dulu dengan anak sekarang memiliki moral yang jauh berbeda. Misalnya, jika
siswa dulu melihat gurunya dari kejauhan akan langsung buru-buru menyelip jalan
kalau perlu cari jalan potong agar jangan sampai dilihat guru, karena sangking
segannya bertemu dengan guru di luar sekolah. Sementara zaman sekarang moral anak sudah jauh berbalik arah hal ini
sesuai dengan pengalaman yang saya alami sebagai guru yaitu anak sekarang jika melihat
gurunya jika ia naik kereta maka ia sengaja menggas sekencang-kencangnya sepeda
motor itu sambil melewati guru tanpa dilihat apalagi disapa.
Langkah
kedua saya selalu berusaha untuk menasihati anak yang mempunyai sikap kurang
baik, baik dari laporan ketua kelas, maupun ketua kelompok (penilaian antar
teman).Langkah ketiga memeriksa catatan harian setiap hari, agar siswa
senantiasa mengingat untuk lebih memperbaiki moral yang kurang baik. Langkah
terakhir sangat perlu membacakan sikap/moral baik dan sikap tidak baik setiap
siswa di hadapan semua siswa sebagai bahan perbandingan dengan sikapnya, (sikap
yang baik bisa dijadikan contoh sedangkan sikap kurang baik akan menjadikan
pelajaran yang berharga bagi siswa). Siswa yang cederung memiliki sikap baik
akan diperlukan pujian, sedangkan siswa yang memiliki sikap kurang baik akan
dinasihati tanpa menyudutkannya.
C. Kesimpulan
Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pemberian
metode catatan catatn khusus dapat :
1. Meningkatkan keterampilan menulis
sehingga memperbanyak perbendaharaan kata sehingga mampu meningkatkan
ketrampilan berbahasa khususnya berbicara.
2. Meningkatkan moral siswa menjadi
lebih baik dengan panduan guru secara berkesinambungan.
Ditulis oleh
HOTMARIA
SURIANI, M.Pd
Guru SDN 101807 Candi Rejo Kecamatan
Biru-Biru
Kabupaten Deli Serdang SUMUT
20, Maret 2015
Motto : "Jadilah pendidik seperti Matahari yang begitu besar manfaatnya bagi makhluk hidup terutama bagi kehidupan manusia"
Keterampilan menulis yang baik, tidak akan bisa diperoleh tanpa belajar dan latihan yang sungguh-sungguh. Mohon kritik dan sarannya dalam perbaikan penulisan artikel ini.
Sekian, semoga artikel ini bermanfaat bagi kita sebagai tenaga pendidik di sekolah.. Aminnn...
Keterampilan menulis yang baik, tidak akan bisa diperoleh tanpa belajar dan latihan yang sungguh-sungguh. Mohon kritik dan sarannya dalam perbaikan penulisan artikel ini.
Sekian, semoga artikel ini bermanfaat bagi kita sebagai tenaga pendidik di sekolah.. Aminnn...
Mantap
BalasHapus